Menjejak kuselangkah dalam kenangan,
terngiang paras berlianmu 3 tahun lalu
disana tampak cakrawalaku tak berbatas
dalam bulan sabit matamu yang tak kusadari
Seribu mentari tlah kutatap membenam indah
namun tak pernah terbenam dewi malam di matamu
meski ratu hati sembat menambat hatiku
tak lelah pecahan jiwaku merindumu
Tak sekarang mampu kugenggam bulan sabitmu
mungkin tak sekarang kau kait di dermagaku sauhmu
mungkin nanti kita layari cakrawala bersama sang takdir
ketika paras kita buang dari cengkraman norma dunia
TBS, Jakarta, Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar