ketika stagnansi hidup terus menghantui,
kucoba songsong lingkaran konfrontasi,
telah kuambil perih sakitnya sangsi,
ku pun berlari,
hanya untuk berlari..
kawan,
pengorbananku mungkin tak sepilu sedu sedanmu,
sendu kalbumu mungkin tak cukup kuhunjam dengan anganku,
namun inilah diriku mencoba gugah citamu,
aku hanya dapat berlari,
dan terus berlari..
181009, gempa sumbar
Minggu, 31 Oktober 2010
Alam
kau adalah ayah, yang terus mendidik..
kau adalah ibu, yang terus merawat..
kau adalah kekasih, yang terus pancarkan indah..
kau adalah kakak, yang terus menjaga..
kau adalah adik, yang kan terus kujaga..
kau adalah kawan, yang berbagi suka cita..
200809
kau adalah ibu, yang terus merawat..
kau adalah kekasih, yang terus pancarkan indah..
kau adalah kakak, yang terus menjaga..
kau adalah adik, yang kan terus kujaga..
kau adalah kawan, yang berbagi suka cita..
200809
Sabtu, 23 Oktober 2010
Imaji Akanmu
Luruhlah bayangmu dari maya,
menutup tirai benakku dari segala nyata,
dan akupun bersanding dengan syahdu,
yang entah bagaimana kau konjugasi dari tiada.
Gerai rupamu selubungi sadarku,
Niscaya indah cahaya yang mendaulat terang tanah
maaf kuciptakan hanyut mendua ini,
yang menggugahmu sisihkan serpihan lainmu
300410, ged. B
menutup tirai benakku dari segala nyata,
dan akupun bersanding dengan syahdu,
yang entah bagaimana kau konjugasi dari tiada.
Gerai rupamu selubungi sadarku,
Niscaya indah cahaya yang mendaulat terang tanah
maaf kuciptakan hanyut mendua ini,
yang menggugahmu sisihkan serpihan lainmu
300410, ged. B
Senin, 18 Oktober 2010
Patutkah Engkau Kujabat
dengan haru kupalingkan paras berbalik,
bertahun sudah dimensi waktu mengintai,
telah berteteskan beribu air mata diriku ini,
telah terkuak pula berjuta tawa yang ikut bersanding..
kulihat kalian terus merangkulku kawan,
membawaku jauhi jahanam tuk bertandang ke sungai Pishon,,
sungai surga itu,
beribu terima kasih coba kulilitkan,
namun masih pantaskah rangkulan ini kukecap??
300809, meja makan
bertahun sudah dimensi waktu mengintai,
telah berteteskan beribu air mata diriku ini,
telah terkuak pula berjuta tawa yang ikut bersanding..
kulihat kalian terus merangkulku kawan,
membawaku jauhi jahanam tuk bertandang ke sungai Pishon,,
sungai surga itu,
beribu terima kasih coba kulilitkan,
namun masih pantaskah rangkulan ini kukecap??
300809, meja makan
Langganan:
Postingan (Atom)