Senin, 04 Februari 2013
Sang Penyair
Berbekal lantangnya ucap ia tantang dunia,
kelana adalah langkahnya yang takkan padam,
hitam tajam matanya selalu sayat nurani
geraian abu di puncak ubun tak lelah hiasi panggung.
berpijak ia dan terbentanglah untaian lagu kata
raga bagai suguhkan tari dalam indah bahasa
romantika hidup terangkai dalam carik kertas
kota ke kota ia jejak panggung puisi.
021012
Langganan:
Postingan (Atom)