Kamis, 24 Januari 2013
Pentiti Bumi
dalam anganmu terukir lantang asal usul mimpi
hanya tuk pastikan setapakmu tak lagi hilang
ketika kau titikan langkahmu sebagai kembara
yang baru saja bertunangan dengan bintang-bintang
kerlip embun tak lelah kau sambut dibalik bunga kantuk
kemegahan murungnya langit terus kau sapa dengan senyum
hingga akhirnya kakimu bernanah,
ragamu menggigil,
dan pelipismu bersumbat darah..
setelah kaucoba langkahi terjal itu..
kamar, 050712
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar